ECONOMICS - Fungsi-fungsi manajemen | Senin, 29 july 2019
1.
Perencanaan
Perencanaan adalah
proses dasar manajemen untuk menentukan tujuan perusahaan dan langkah-langkah
yang harus dilakukan agar tujuan dapat tercapai.
1. Pertanyaan mendasar
1. Pertanyaan mendasar
Pengambilan keputusan dilakukan dengan menjawab
pertanyaan 5W + 1H.
Conthonya, seperti :
Conthonya, seperti :
-
Mengapa hal itu
menjadi tujuan ?
-
Apa yang ingin
dicapai ?
-
Siapa yang
melaksanakan pekerjaan tersebut ?
-
Bagaimana cara
melakukan suatu pekerjaan ?
2. Pembagian perencanaan
Perencanaan dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
1.
Perencanaan jenjang
atas :
Menetapkan tujuan
jangka panjang yang bersifat strategis dan menyeluruh.
2.
Perencanaan jenjang
menengah :
Perencanaan lebih
bersifat administratif, menyangkut cara-cara mencapai tujuan.
3.
Perencanaa jenjang
bawah :
Perencanaan lebih
fokus pada produksi atau pelaksanaan.
3. Syarat-syarat perencanaan :
1.
Memiliki tujuan
yang jelas
2.
Bersifat sederhana
3.
Memuat analisis
pekerjaan
4.
Bersifat fleksibel
sehingga dapat berubah sesuai perkembangan.
5.
Memiliki
keseimbangan antara, keselarasan tanggung jawab dan tujuan.
6.
Menggunakan segala
sumber daya yang tersedia secara efektif dan berdaya guna.
4. Manfaat perencanaan
1. Perencanaan membuat
pelaksanaan tugas menjadi tepat dan kegiatan semakin terorganisasi.
2.
Perencanaan disusun
berdasarkan penelitian yang akurat.
3.
Perencanaan memuat
prosedur dan biaya standar.
4.
Perencanaan
digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan.
2.
Pengorganisasian
Pengorganisasian
adalah proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas, tanggung jawab dan
wewenang, sehingga tercipta satu kesatuan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
1. Unsur organisasi
1.
Sekelompok manusia
yang bekerjasama.
2.
Melakukan kegiatan
yang ditetapkan.
3.
Kegiatan diarahkan
untuk mencapai tujuan perusahaan.
2. Manfaat pengorganisasian
1.
Memungkinkan
pembagian tugas sesuai dengan keadaan perusahaan.
2.
Menciptakan
spesialisasi salam pelaksanaan tugas.
3.
Memastikan setiap
anggota mengetahui tugasnya.
3. Fungsi pengorganisasian
1.
Adanya delegasi
wewenang.
2.
Adanya pembagian
tugas yang jelas.
3.
Memiliki manajer
puncak yang profesional untuk mengkoordinasi seluruh kegiatan.
2. Bentuk organisasi
1.
Organisasi garis
Bentuk organisasi
dengan ciri wewenang pimpinan langsung ditunjukan kepada bawahan.
-Kelebihan :
pengambilan keputusan cepat, karena pimpinan berada di tangan satu orang, Kemampuan dan sifat setiap karyawan dapat
diketahui.
-Kekurangan : maju
mundurnya organisasi berada di tangan satu orang, kesempatan karyawan berkarier
terbatas karena organiasi masi kecil.
2.
Organisasi
fungsional
Organisasi yang
disusun berdasarkan sifat dan jenis fungsi yang harus dilaksanakan.
-kelebihan :
tugas-tugas karyawan dibagi secara tegas sehingga tidak ada kesimpangsiuran,
produktivitas tinggi karena dapat diterapkan asas spesialis.
-kekurangan :
karena perbedaan tugas terjadi pengotak-ngotakan dalam tubuh organisasi, sering
terjadi kesimpangsiuran karena perintah diterima tidak hanya dari satu orang,
tetapi juga dari beberapa orang.
3.
Organisasi garis
dan staf
Oragnisasi yang
memberi wewenang pada pemimpin untuk memberi komando pada bawahan.
-kelebihan : dapat
digunakan oleh organisasi yang besar dan rumit, pembagian tugas yang jelas
antara pimpinan, staf dan pelaksana.
-kekurangan : rasa
solidaritas kurang karena individu-individu dalam organisasi tidak selalu
saling mengenal, pelaksana sering bingung untuk membedakan nasihat dan
perintah, karena dalam organisasi yang besar terdapat staf yang memiliki
kewenangan perintah.
3.
Pelaksanaan
Pelaksanaan atau tindakan adalah suatu fungsi manajemen
untuk menggerakan orang-orang agar bekerja sesuai dengan tujuan yang telah
ditetapkan. fungsi manajemen ini merupakan fungsi yang penting karena
berhubungan dengan sumber daya manusia. Pimpinan organisasi harus dapat memberi
motivasi sehingga setiap orang mau bekerjasama dengan orang lain untuk mencapai
tujuan.
Menurut Prof. Abraham Maslow sesorang dapat digerkan jika
telah terpenuhi kebutuhan-kebutuhan berikut ini :
a.
Kebutuhan
fisiologis
Kebutuhan
fisiologis berhubungan dengan kebutuhan yang bersifat fisik, seperti kebutuhan
sandang, pangan dan perumahan.
b.
Kebutuhan keamanan
dan keselamatan
Setiap orang
membutuhkan rasa aman dimanapun orang tersebut berada.
c.
Kebutuhan sosial
Manusia sebagai
makhluk sosial mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan sosial, seperti
kebutuhan dapat diterima di lingkungannya, ingin dihargai, dst.
d.
Kebutuhan prestise
(harga diri)
Seseorang mempunyai
keinginan untuk mengembangkan dirinya.
e.
Kebutuhan
aktualisasi diri
Setiap orang butuh untuk
mengembangkan bakat dan meningkatkan kerja demi mewujudkan cita-citanya.
Intinya orang-orang mau bekerja jika lima kebutuhan
tersebut terpenuhi.
Ada 3 gaya kepemimpinan yang dikenal secara umum dalam
berbagai bentuk organisasi, yaitu otoriter, demokratis, dan bebas.
1.
Kepemimpinan
otoriter
Pemimpin otoriter mengambil
keputusan tanpa melibatkan bawahan. Pemimpin otoriter menganggap bahwa hubungan
antara pimpinan dan bawahan seperti layaknya hubungan majikan dan buruh.
2.
Kepemimpinan
demokratis
Pemimpin demokratis
ialah pemimpin yang mengakomodasikan pendapat bawahan dalam pengambilan
keputusan. Pemimpin tipe ini menganggap dirinya dan bawahannya adalah satu tim.
3.
Kepemimpinan bebas
Pemimpin bebas
menyerahkan proses pengambilan keputusan kepada bawahan. Pemimpin hanya memberi
arahan dan nasihat dalam pengambilan keputusan.
4.
Pengawasan
Pengawasan adalah
tindakan meneliti apakah segala sesuatunya telah tercapai atau berjalan sesuai
dengan rencana yang telah ditetapkan. tujuan dari fungsi ini adalah memastikan
pekerjaan sesuai dengan rencana, mencegah terjaidnya kesalahan, menciptakan kondisi
agar karyawan bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan, mengoreksi
kegagalan, dan memberi jalan keluar untuk kesalahan-kesalahan.
Pengawasan dapat
berjalan dengan baik apabila memperhatikan hal-hal berikut :
1.
Jalur/urut-urutan
Seorang manajer harus
dapat menetapkan jalur atau cara untuk mengetahui di mana sering terjadi
kesalahan.
2.
Penepatapan waktu
Pengawasan yang
mendadak atau tidak terjadwalkan lebih berguna. Karena jika pengawasan sudah
dijadwalkan kadang kesalahan orang tersebut sudah disembunyikan terlebih
dahulu.
3.
Perintah
pelaksanaan
Perintah
pelaksanaan terhadap suatu pekerjaan dengan tujuan agar pekerjaan tersebut
dapat selesai tepat pada waktunya.
4.
Tindak lanjut
Jika seorang
pemimpin telah dapat menemukan kesalahan, maka dia harus mencari jalan keluar
untuk kesalahan itu dan memberi peringatan kepada bawahan yang tidak sengaja
berbuat kesalahan tersebut. Pemimpin juga harus dapat memberi petunjuk pada
bawahan agar kesalahan yang sama tidak terulangi lagi.
Jadi dari
penjelasan diatas kita dapat tahu bahwa fungsi dari manajemen ada 4 yaitu,
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan.
Semoga informasi
yang teman-teman dapatkan bisa berguna yah.... .Tidak berasa pelajaran mengenai
manajemen yang bisa saya jelaskan cuman sampai disini. Terimakasih sudah
mengikuti blog mengenai manajemen dari awal !
Sudah bagus Agnes. Tapi menurutku akan lebih baik lagi jika memakai gambar dan membuat penjelasannya lebih ringkas lagi. Semangat!
ReplyDeleteMungkin pakai gambar dan mungkin pakai bahasa sendiri yang lebih komunikatif dengan para pembaca. Good job tho!
ReplyDelete